30 November 2008

55. MULTI ETNIS jadi MASALAH di INDONESIA atau ORANG yang selalu berpikiran sempit yang jadi MASALAH????











sudah 23 tahun lebih saya dilahirkan dan hidup di bumi INDONESIA ini.. dan selama saya hidup, yang selalu menjadi persoalan hidup itu selalu mengenai masalah SUKU,RAS,AGAMA.. tidak sepenuhnya tapi kurang lebih sekitar 50% , proses selama kita hidup pasti ada sangkut pautnya dengan yang namanya SUKU, AGAMA, dan perbedaan kelas (status sosial - kaya,miskin). aku cukup heran dengan manusia2 yang tidak mampu berpikiran terbuka.. anehnya..hampir 50% manusia di Indonesia ini sekolah toh.. dan semuanya tau slogan pancasila..BHINNEKA TUNGGAL IKA... dan semua orang kan mempelajari itu bukan?? tapi apa nyatanya..prakteknya tidak bisa dilaksanakan di keseharian kita... ternyata rasa sukuisme itu dipengaruhi oleh banyak faktor, contoh kecilnya, banyak suku tionghua yang membuat kelas tersendiri dan memilih untuk menjaga jarak dengan suku diluar sukunya sendiri, seperti batak, jawa, melayu, etc. ada faktor2nya.. saya sendiri yang lahir dan dibesarkan di keluarga tionghua merasakan sendiri semua faktor dan dampaknya buat kehidupan. sejak kecil dan mungkin sudah jadi budaya, di keluarga tionghua sudah dibuat GAP/JARAK tersendiri dengan suku lain, orangtua juga suka mengingatkan kepada anaknya, untuk berteman dengan teman2 yang sesuku, jadi kita dari kecil selalu diingatkan dan dibatasi pergaulannya.. sekolah di sekolah yang sukunya hampir semuanya sesuku, teman2 sekolah yang sesuku.. :) dan semua aktivitas yang mayoritas sukunya sama.. ternyata semua hal ini terjadi bukan tidak ada sebabnya..tapi karena banyak hal yang menjadi alasan kenapa ini semua terjadi, kasus kerusuhan mei 1998 cukup menorehkan luka bagi suku tionghua dan suku2 lainnya, begitu banyak anak2 keturunan yang menjadi korban perkosaan, korban penjarahan , dan pelecehan2 HAM lainnya.. tidak sedikit pula yang menjadi GILA, bahkan MENINGGAL setelah trauma dengan kejadian tersebut, kemudian..bukan hanya dari kasus kerusuhan saja, tapi dari dulu2, sebelum aku lahir, dan yang sering kudengar..salah satu faktor yang menyebabkan orang tionghua kurang begitu suka dengan pribumi yakni, malas dan tidak mau susah. contohnya, orang tionghua punya toko dan memperkerjakan karyawan org pribumi.. kebanyakan org pribumi malas dan tidak inisiatif..hanya meunggu di perintah, dan masih saja berani menuntut banyak hak dari bossnya.. (NGEYEL istilahnya..padahal tidak semuanya begitu..balik ke individunya juga kali...) , kerja yang tidak beres, tanggung jawab yang kurang, dan kurang ULET.. sedangkan orang tionghua terkenal ULET, gigih dan rajin.. makanya kenapa banyak orang tionghua itu punya usaha sendiri dan bisa kaya.. biarpun juga masi ada orang tionghua yang tidak mau kerja dan malas.. trus juga.. banyak orang pribumi yang dianggap suka memaanfaatkan orang tionghua, banyak orang pribumi suka menganggap kalau semua orang tionghua itu kaya dan punya banyak duit.. tapi apa.. kenyataannya, hampir 50% suku tionghua banyak yang susah dalam segi perekonomian.. cm pada prakteknya, banyak yang kelihatannya kaya..karena yang sering berkeliaran, ya..orang2 yang punya uang... coba ke areal sukaramai di medan, begitu banyak orang tionghua itu yang susah.. hal yang sangat aku sayangkan, kenapa manusia di indonesia tidak mencoba untuk membuka pikirannya.. bertahun-tahun, aku berteman dengan banyak orang dengan beranekaragam suku-agama-status sosial... dari batak,jawa,karo,mandailing,melayu,bangka,pontianak,etc.. sejauh ini fine-fine saja..dan bahkan..banyak hal bagus yang aku pelajari dan terima dari multi kultural seperti ini... keuntungan-keuntungan yang saya rasa selama berteman dengan mereka, hm... LOYALITAS, SOLIDARITAS pertemanan, HEMAT, cara berpikir yang lebih sederhana, tidak gengsi-gengsian, CARE dengan teman, dan tidak pernah pura-pura dengan diri sendiri... dan sedangkan yang ada di orang tionghua khususnya di MEDAN, banyak yang masih hidup dengan kepura-puraan, gengsi, jaim, dan tidak pernah berhenti mengomentari orang lain..alias gosipin orang.. :P at least but not last.. marilah terbiasa hidup dengan berbagai budaya dan suku, semua suku itu baik, tinggal cara kita masuk dan bersosialisasi dengan suku tersebut.. ingat..belajar melihat kebawah dan mau membuka diri untuk menerima perbedaan yang ada di dunia ini.. saya sendiri merasakan sendiri, keuntungan berjiwa sosialis dan open minded dalam hal ini.. :) bisa kemana-mana, banyak teman, belajar banyak budaya, dan berjiwa terbuka untuk semua hal.. biarpun awalnya sempat stress dengan omongan orang..sekarang mah CUWEXXXX... ngapain seh mikirin omongan orang... mereka tidak akan pernah bisa jadi seperti aku... :)lets go get it... ayukkk UNITY is more HAPPIER... regards, PEACE ORCHID

2 comments:

Hendra W Saputro said...

Ocyd, aku tidak menyalahkan orang tuamu atau pendahulunya yang selalu berpesan 'timpang' dalam kehidupanmu bersosial. Tapi aku yakin, sekarang kamu dah faham soal keberagaman. Dulu, adalah salah dari sistem tata undang-undang yg dikeluarkan oleh pemerintah. Merekalah yang jahat memberikan kelas tersendiri kepada 'orang putih/cina'. Giliran suku mu menguasai perekonomian, warga pribumi Indonesia malah 'ngiri'. Repot. Padahal kalian dipinggirkan dan berkonsentrasi di bidang ekonomi saja. So, kalian jadi jago karena himpitan itu. Salut. Bagi aku, manusia lahir itu bukan pilihan. Aku tidak bisa memilih untuk lahir menjadi hitam, putih, atau lahir di USA/Eropa/Cina. Intinya, aku tidak berhak untuk menggugat semua jenis perbedaan SUKU, RAS ataupun Agama. Aku hanya berhak untuk berjabat erat dengan sesama mahkluk Nya.

~ o R C h i d ~ said...

yap...u're rite..

ada ga org yg benar2 mengikuti sejarahnya cina masuk ke indonesia.. kalo ada yg pernah baca..aku yakin.. dia tidak akan berpandangan yg kolot..

kami seperti ini kenapa.. ya karena kami berusaha.. berjuang...

plis.. jangan buat diskriminasi itu lagi..jgn dilanjutkan lagi...